Terimakasih atas kunjungannya ke blog adilablogs , Jangan lupa meninggalkan jejak berupa KOMENTAR.

Minggu, 04 September 2011

Sinopsis Oh! My Lady Episode 3


Min Woo terjebak bersama penggemarnya. Namun, dengan cerdasnya dia mengatakan kalau bintang-bintang lainnya seperti Kang Dong Won dan Hyun Bin juga tinggal di dekat sana. Dia mengarahkan penggemarnya itu ke tempat lain. Lalu, dia menyadari kalau putrinya sudah tidak ada. Meski sebenarnya dia tidak mau mengakui gadis itu, tapi dia tetap terlihat cemas. Ketika akhirnya dia melihat si gadis kecil, Min Woo langsung membawanya pulang.
Min Woo mendapatkan kabar buruk dari Tae Gu, yang mengatakan kalau tidak ada yang tahu dimana Yeon Hee tinggal. Ini gawat! Artinya Min Woo harus tinggal bareng anak itu dalam waktu lama. Untuk menghilangkan rasa frustasinya, Min Woo meneguk segelas air. Dia juga melihat catatan dari Kae Hwa: “Jika kau marah, jangan hanya minum air tapi telpon aku jika ada masalah!” Merasa terganggu, dia membuang catatan itu ke tempat sampah.
Min Woo juga menemukan proposal Kae Hwa, yang berisi tulisan inspirasional Jerry Maguire tentang agen-agen besar yang tidak peduli pada bintangnya, dan hanya melihat mereka sebagai penghasil uang. Kae Hwa juga membuat catatan tentang fakta bahwa Min Woo cenderung menyerah bila ditanya soal kemampuan aktingnya dan sering menggoyangkan kakinya saat sedang diwawancara. Ini mengindikasikan kalau Min Woo sadar pada kekurangannya. Menyadari sikap Kae Hwa yang dapat mengerti dirinya membuat Min Woo marah!
Min Woo memikirkan sebuah skenario buruk. Dia mengadakan acara jumpa pers yang mengumumkan tentang anaknya. Para wartawan memojokkannya. Melemparinya dengan telur. Untuk membiayai kehidupannya, Min Woo harus bekerja sebagai pelayan dan menerima tip dari pelanggan! Benar-benar buruk.
Min Woo tersadar kembali oleh tangisan putrinya, Ye Eun. Para tetangga bahkan menggedor pintunya karena merasa terganggu oleh tangisan itu. Tidak punya pilihan lain, dia mengobrak-abrik tempat sampah untuk menemukan catatan dari Kae Hwa.
Kae Hwa sebenarnya yakin kalau Min Woo bakal menelpon. Tapi dia tidak mau masuk ke dalam rumahnya sebelum menandatangani kontrak kalau dia mau bergabung denga acara musikal itu. Meski kontrak itu tidak dibuat oleh The Show Company. Kae Hwa hanya takut kalau Min Woo akan mengingkari janjinya.
Min Woo membiarkan Kae Hwa menjaga Ye Eun. Kae Hwa senang karena tahu dia akan mendapatkan pekerjaan yang sangat diinginkannya. Sementara itu, Min Woo pergi ke gym buat menghilangkan stressnya.
Shi Joon tidak pernah menduga kalau pernikahannya sedang menghadapi masalah karena ketidakpedulian istrinya Jung Ah. Segera setelah Shi Joon berangkat kerja, Jung Ah langsung menelpon pacarnya. Karena melupakan beberapa dokumen, Shi Joon kembali lagi dan saat itulah dia mendengar istrinya sedang menelpon seseorang dan mengatakan: “Aku juga mencintaimu!” dengan penuh kasih sayang pada seseorang di telpon.
Shi Joon sangat terkejut dan marah. Dia memutuskan untuk mengikuti mobil istrinya. Namun sayang, dia dihentikan oleh lampu lalu lintas. Jadi dia harus menghentikan pengejaran itu.
Kae Haw mengantar Ye Eun ke tempat Bok Nim, yang kebetulan seorang dokter anak, sebelum menemui Min Woo dan The Show Company untuk menyelesaikan masalah kontrak. Dia sedikit khawatir karena tidak bisa menghubungi Min Woo lewat telpon. Jadi, ketika pria itu akhirnya muncul, Kae Hwa langsung memeluknya!
Kae Hwa sangat bangga karena berhasil membawa Min Woo. Dia mengenalkannya pada pegawai lain, Jin Ho dan Jae Hee. Namun, kemudian terlihat jelas kalau sebenarnya Min Woo dan Shi Joon sudah saling kenal dari cara mereka berbicara.
Shi Joon sebenarnya sangat memerlukan Min Woo. Namun, dengan tenangnya dia mengatakan kalau mereka tidak memerlukan Min Woo. Mereka hanya perlu seorang bintang! Meski begitu, Min Woo tetap menyetujui kontrak itu. Kae Hwa yang melihat Min Woo keluar mencoba untuk membicarakan Ye Eun. Min Woo menolak dan mengatakan dia tidak peduli pada anak itu.
Shi Joon membaca proposal Kae Hwa untuk Min Woo dan heran kenapa dia mau melunak. Padahal biasanya, untuk mengkasting pria itu, perlu waktu lama karena dia sangat tidak dewasa, sombong, dan tidak suka kerja keras. Apakah mereka punya persetujuan rahasia? Dengan sangat diplomatis, Kae Hwa menjawab kalau dia mungkin sudah dewasa. Akhirnya, Kae Hwa mendapatkan pekerjaan itu, seperti yang dijanjikan sebab semuanya berjalan lancar.
Berita tentang bergabungnya Min Woo dengan acara musikal Shi Joon menyebar dengan cepat. Salah satu saingan Shi Joon, yang bernama Eom Dae Young sangat tidak senang mendengarnya. Dia mengatakan pada Shi Joon kalau Min Woo itu pilihan buruk. Dia terkenal karena tidak bisa akting. Namun, Shi Joon mengatakan kalau produser yang hebat adalah produser yang dapat mengeksplorasi bakat artisnya.
Shi Joon gembira karena bisa menang dari Dae Young. Tapi semuanya berubah saat dia melihat istrinya bergandengan dengan seorang pria keluar dari sebuah restoran. Dia mencoba mengejar mereka namun mobil yang mereka kendarai sudah pergi sebelum Shi Joon sampai pada pasangan itu. Karena sangat marah, Shi Joon menenangkan diri di atas gedung kantornya. Dia memukuli tembok!
Kae Hwa menghubungi Min Ji waktu makan siang dan mendapat berita dari putrinya itu kalau dia ditinggal sendiri di rumah hanya dengan ramen. Min Ji menyuruh ibunya untuk menjemputnya dan membelikan makan siang. Ketika sedang menikmati makan siang, Kae Hwa memberitahu putrinya kalau dia sudah mendapatkan pekerjaan baru. Bekerja dengan bintang terkenal, Sung Min Woo. Namun, Min Ji hanya bilang kalau Min Woo aktor yang payah! Kae hwa sangat senang mendengar reaksi itu sebab dia tahu kalau Min Ji punya selera yang bagus.
Setelah makan siang, Kae Hwa menelpon mantan suaminya, Byung Hak, dan memarahinya karena sudah meninggalkan Min Ji sendirian dirumah karena pergi liburan bersama istri barunya. Byung Hak merasa kalau tidak ada yang salah dengan hal itu bahkan dia membujuk Kae Hwa agar mau berbicara dengan ayahnya demi dirinya. Sebab, dia tidak mau bekerja pada ayahnya lagi. Dan karena ayahnya menyayangi Kae Hwa, jadi pasti didengarkan!
Shi Joon tersadar dari lamunannya dan melihat Kae Hwa di sisi lain gedung. Dia sedang menjepit sapu, seolah-olah sapu itu adalah Byung Hak. Perlakuan mantan suaminya pada Min Ji membuat Kae Hwa sangat marah! Dia meneriakkan kata seperti penipu! Dia tidak pernah bisa menerima kalau Byung Hak berselingkuh. Dia mengatakan kalau dia akan mengubah kehidupannya, menghasilkan banyak uang, mengirim Min Ji sekolah ke luar negeri dan menikah dengan pria yang seratus kali lebih baik dari Byung Hak.
Kae Hwa menenangkan dirinya, kemudian barulah dia melihat Shi Joon ternyata juga di tempat itu. Dia bertanya apakah Shi Joon mendengar keluhannya. Shi Joon menjawab kalau dia tidak mendengar apapun. Namun, sudah jelas sekali kalau dia mendengar semuanya.
Berikutnya, Kae Hwa sadar kalau tangan Shi Joon berdarah. Tapi terlihat sangat jelas kalau dia tidak mau membicarakannya dan Kae Hwa meninggalkannya sendiri disana.
Manajer Yoon Seok menemui Min Woo di gym dan memberondongnya dengan berbagai pertanyaan seputar acara musikal itu. Dia mengatakan kalau menandatangani kontrak tanpa persetujuan manajemen bisa disebut pelanggaran. Dia juga bertanya pada Min Woo apa dia dipaksa? Sebab, dia buka tipe aktor yang suka membaca naskah. Min Woo bilang kalau dia juga bisa membaca naskah kalau dia mau!
Ketika menjemput Ye Eun, Kae Hwa diberitahu oleh Bok Nim kalau gadis itu tidak akan bicara dalam waktu dekat. Bukan karena dia tidak mau bicara, namun tekanan emosional membuat gadis itu kehilangan kemampuan biacaranya dan dia perlu seorang specialist. Karena ini berita heboh, Kae Hwa menghubungi Min Woo. Tapi dia malah menutup telponnya dan juga mengatakan kalau tidak tertarik pada urusan itu.
Jadi Kae Hwa menemuinya di spa dan mendapati Min Woo sedang dipijat. Mendengar kekhawatiran Kae Hwa, Min Woo santai-santai saja. Kae Hwa mengatakan kalau dia seharusnya menjadi ayah yang baik buat Ye Eun. Gadis itu perlu keluarganya untuk memulihkan kemampuan biacaranya. Min Woo berkata kalau dialah yang harus dikasihani sebab, kehidupannya sudah dijungkir balikkan oleh gadis itu.
Kae Hwa tidak senang mendengar ucapan itu dan bersikeras ingin membantu Ye Eun. Sebab, kalau dia bisa bicara maka ibunya pasti dapat ditemukan.
Ketika meinggalkan spa, Min Woo menarik Kae Hwa dan mengusulkan ide gila untuk membuang anak itu saja karena toh dia tidak bisa bicara. Kae Hwa sangat marah dan menendangnya. “Kau tahu berapa harga tubuh ini?” bentak Min Woo. Kae Hwa menjawab kalau dia tidak tahu tentang tubuh Min Woo tapi dia tahu kalau otak Min Woo tidak berharga sama sekali! Dia juga menuduh Min Woo tidak punya rasa kasihan dan karena itulah aktingnya begitu-begitu saja.
Karena saking marahnya dikatai seperti itu, Min Woo menyerang kelemahan Kae Hwa dengan mengatakan kalau suaminya meninggalkannya karena dia wanita yang membosankan. Kae Hwa terluka mendengar perkataan itu lalu melangkah pergi. Kemudian Min Woo mengatakan kalau dia melanggar kontraknya, maka Min Woo akan keluar dari acara musikal itu. Dengan marah, Kae Hwa berkata: “Aku tidak akan bekerja bersama orang rendahan sepertimu!” lalu pergi.
Inilah Yura, yang baru kembali dari Amerika Serikat untuk bertemu dengan pacarnya. Tebak siapa?
Di sisi lain, Min Woo mendapatkan kabar tentang Yeon Hee yang ternyata sudah menikah dan pindah ke Amerika. Karena tidak tahu cerita yang sebenarnya, Tae Gu berpikir kalau itu adalah hal bagus karena dia takut wanita itu akan mengancam Min Woo. Yeon Hee hanya meninggalkan sebuah catatan untuk Min Woo: maaf dan terima kasih. Jaga diri. Aku meinggalkan semuanya untukmu.
Kae Hwa membawa Ye Eun pulang dan menyanyikan nina bobo untuknya. Min Woo menyaksikan itu semua dan berpikir sejenak. Dengan tenang dia meninggalkan keduanya dan menunggu Kae Hwa di ruang tamu untuk berbicara dengannya.
Kae Hwa masih marah pada perkataan Min Woo barusan. Ketika dia berkata kalau Kae Hwa tidak memperlakukannya secara berbeda meskipun dia terkenal, Kae Hwa berkata: “Semua orang sama. Apa bedanya kalau kau terkenal?”
Sambil tersenyum, Min Woo berkata kalau sebaiknya dari sekarang mereka menatap ke depan. Dia lalu menuangkan segelas anggur. Dia juga menambahkan kalau tidak bermaksud mengatakan hal-hal buruk pada Kae Hwa.
Kae Hwa sedikit tenang mendengar ucapan Min Woo dan menerima minuman itu. Selama beberapa saat, Kae Hwa memandangi Min Woo dan merasa kalau dia sedikit berbeda.
Sementara itu, Yura sudah sampai di depan pintu apartemen Min Woo dan sedang mempersipkan dirinya untuk memencet bel. Min Woo adalah pacarnya!
Di dalam apartemen, Kae Hwa sedang mendengarkan apa yang dikatakan Min Woo: “Sulit buatku untuk mengatakan hal ini, tapi tolong jadilah ibunya Ye Eun!” Kae Hwa menyiram wajah Min Woo dengan anggur tepat ketika Yura memencet bel.

Tinggalkan Sebuah Komentar Yaa...

Sinopsis Oh! My Lady Episode 2


Setelah mendapatkan janji CEO The Show Company, Shi Joon, yang akan mempekerjakannya kalau dia sukses membawa Min Woo ke acara musik mereka, Kae Hwa memutuskan untuk mencoba. Yang pertama dilakukannya adalah browsing di internet untuk mencari latar belakang, kepribadian, dan hobi Min Woo. Kemudian, dia membuat proposal yang intinya berisi tentang Min Woo yang harus menaikkan ketenarannya dan menuangkan seluruh jiwanya ke dalam akting.
Shi Joon sebenarnya ingin meyakinkan Min Woo sendiri. Makanya, dia mencari artis itu ke gym. Manajernya Min Woo ikut campur soalnya pertemuan dengan sang artis mempunyai aturan yang ketat. Tapi, Shi Joon sesungguhnya sudah mengenal Min Woo secara pribadi. Awalnya, Min Woo memang tidak dapat mengenali Shi Joon. Tapi perlahan-lahan dia ingat juga mantan gurunya itu.
Mereka pergi ke restaurant terdekat dimana Shi Joon langsung menceritakan tentang acara musiknya. Min Woo mengambil naskahnya dan memberikan jawaban yang sangat jauh dari kesopanan dan mengatakan kalau dia akan meminta manajernya untuk melihat naskah itu.
Min Woo sangat tidak matang dalam peranannya, dan fakta bahwa dia sekarang berada di posisi yang lebih kuat, serta mengingatkan Shi Joon sesuatu yang dulu sudah ia katakan – bahwa Min Woo tidak akan mampu menjadi aktor dalam waktu sepuluh tahun. Min Woo bilang bahwa tidak ada keberatan akan tetapi, saat ini dia benar-benar menampar Shi Joon. Pada kenyataannya, ketika dia meninggalkan Shi Joon dan bergabung dengan manajernya, dia mengatakan bahwa sudah dengan sengaja memilih restaurant itu untuk mengintimidasi Shi Joon.
Karakter baru: Jung Ah. Dia memulai karir aktingnya dari dunia musik. Dia juga seorang Koreografer. Jung Ah bergenit-genit dengan teman kuliahnya, yang sebenarnya bukan masalah kalau saja dia tidak menikah – dengan Shi Joon.
Kae Hwa ngeri pada ide tidak tahu malunya dengan memberikan proposalnya pada Min Woo namun segera dihilangkannya perasaan itu dan kembali ke apartemen Min Woo. Seorang reporter sedang menggoda penjaga agar bisa masuk, ingin menyelinap ke apartemen Min Woo tapi terhenti di pintu. Di sisi lain, Kae Hwa diingat sebagai pembantu yang datang beberapa waktu yang lalu jadi dibiarkan masuk.
Dengan gugup dia memencet bel apartemen Min Woo dan kaget waktu dia dipersilahkan masuk, padahal awalnya dia mengira akan mengalami kesulitan. Min Woo menyorongkan kausnya pada Kae Hwa untuk menunjukkan lubangnya. Menyadari hal itu adalah perbuatannya, Kae Hwa meminta maaf dan berjanji akan menggantinya. Kae Hwa sudah dipecat dari pekerjaannya sebagai pembantu, jadi Min Woo bertanya-tanya apa yang dilakukannya di apartemennya. Kae Hwa langsung memperkenalkan diri sebagai pegawai The Show Company dan langsung menawari Min Woo untuk tampil dalam sebuah acara musical. Hal ini tentu saja membuat Min Woo langsung mengusir Kae Hwa dari tempat itu.
Dia tidak boleh menyerah begitu saja. Jadi dia membuntuti Min Woo ketika dia akan masuk ke mobil dan bahkan melompat ke dalam mobil untuk mengatakan maksudnya. Kae Hwa mengingatkannya pada wawancara baru-baru ini dimana Min Woo menyatakan keinginannya untuk berhasil dalam dunia akting ketimbang hanya pamer kegantengan. Lebih jauh, Kae Hwa bahkan sudah menonton dramanya Min Woo dan menemukan bahwa karakter yang dia perankan kurang pendalaman. Dia menyerahkan proposalnya pada Min Woo sebelum keluar dari mobil tapi Min Woo malah melemparnya keluar.
Teman Kae Hwa, Bok Nim, menasehati Kae Hwa untuk menyerah saja. Untuk mendapatkan persetujuan Min Woo sangatlah sulit tapi, The Show Company bisa saja tidak mempekerjakannya – bagaimana kalau mereka hanya mengucapkan janji kosong. Kae Hwa merasa patah semangat setelah kejadian hari ini. Tapi dia belum menyerah. Yakin dengan taktiknya, dia memperingatkan kawannya bahwa dulu waktu masih menjadi reporter, dia pernah mencatatkan sebuah interview sukses.
Min Ji menelpon ibunya soal biaya belajar pianonya. Kae Hwa segera pergi ke akademi tempat Min Ji dan memberikan uang pada putrinya. Meski masih kecil, Min Ji adalah gadis yang cerdas. Dia bilang bahwa dia tidak yakin apakah harus menelpon ibunya atau ayahnya untuk meminta uang. Dia juga bilang kalau ibu tirinya lebih suka bilang dipanggil Unni ketimbang ajumma. Sebenarnya, dia juga tidak ingin meminta tapi dia sangat memerlukan baju baru untuk recital pianonya.
Kelihatannya manis bagaimana Kae Hwa menenangkan Min Ji dan memberikan jawaban positif. Memang tidak menyenangkan bila mendengar tentang ibu tiri yang ingin dipanggil unni dan terlambat menjemput Min Ji. Tapi, Kae Hwa malah mengatakan bahwa unni kedengarannya lebih gampang. Dan untuk baju baru, Kae Hwa berjanji akan membelikannya.
Agar bisa segera membawa putrinya pulang, Kae Hwa harus mendpatkan pekerjaan itu. Dan hal ini memaksanya untuk mendapatkan kesuksesan. Dengan semangat baru, Kae Hwa kembali ke apartemen Min Woo dan menemukan kalau penjaga sedang beradu mulut dengan seorang supir taksi. Supir itu sudah dibayar untuk mengantarkan seorang anak kecil ke alamat itu, tapi penjaga itu tidak menerima sembarang anak. Dia juga tidak bisa membiarkan supir itu naik ke pemilik apartemen.
Penjaga itu merasa tenang saat melihat kedatangan Kae Hwa, yang begitu saja langsung menyerahkan anak gadis itu padanya. Kae Hwa akan pergi ke apartemen 702 – apartemen Min Woo – dan dia senang karena membiarkan pembantu yang mengurus hal rumit seperti ini. Kae Hwa sangat terpojok dan tidak tahu harus melakukan apa. Dia mencoba mengobrol dengan gadis itu. Tapi gadis itu tetap saja diam. Dan di atas itu semua, Kae Hwa sangat ingin pergi ke toilet. Dia sudah tidak tahan lagi dan bahkan celananya sudah basah. Karena tidak ada yang menjawab bel, maka Kae Hwa merasa bahwa dia harus masuk sendiri dan menjaga anak itu.
Min Woo sedang tidak ada. Dia pergi ke kantor manajernya, yang terpaksa harus menghentikan pembicarannya dengan bosnya. Manajernya bilang kalau dia tidak boleh berganti agen saat ini, sang manajer yakin kalau Min Woo akan menandatangani ulang kontraknya dengan persyaratan yang sama, sebab dia memegang kartu khusus.
Min Woo mengernyit dan melawan manajernya. Dia harus diingatkan pada sebuah kejadian di masa lalu – dimana Min Woo telah dituduh melakukan tindak pemukulan (yang tidak pernah dia lakukan) – yang dilakukan oleh orang yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dari sang bintang. Manajernya meminta Min Woo untuk tetap diam dan dia akan membereskan segalanya untuk Min Woo. Dia sadar kalau manajernya sedang menggunakan kelemahannya dan ini merupakan sebuah tiupan besar. Dia bahkan tetap dia waktu berkendara pulang.
Saat masuk ke dalam rumah, Min Woo melihat dua sepatu asing disana dan tahu bahwa sedang ada orang di dalam. Dia beraggapan kalau gadis itu adalah putrid Kae Hwa dan menyadari bahwa wanita itu datang untuk meyakinkannya melakukan pentas musik itu. Min Woo mengusir kedua orang itu dari rumahnya. Karena panic dan kehabisan ide, Kae Hwa berteriak kalau gadis kecil itu adalah putrinya. Min Woo jelas tidak percaya. Dia menyimpulkan kalau Kae Hwa mengarang cerita itu untuk menerornya. Dia mengusir mereka keluar tanpa peduli pada tangisan gadis itu.
Tapi itu tak berlangsung lama, sebab Kae Hwa menggedor-gedor pintu apartemen Min Woo dan memanggil namanya. Min Woo tidak bisa membiarkan hal it uterus karena banyak orang yang tinggal di dekat situ. Jadi, Kae Hwa bisa masuk kembali ke dalam.
Kae Hwa menunjukkan pada Min Woo sebuah kertas yang dibawa si gadis kecil – yang ternyata bernama Ye Eun. Kertas itu ditandatangani oleh Yeon Hee – ibu Ye Eun. Min Woo bilang bahwa dia tidak kenal siapa ibu gadis itu tapi reaksi Min Woo menunjukkan sebaliknya. Jelas sekali kalau dia tahu Yeon Heed an sadar bahwa Ye Eun bisa saja putrinya. Tapi, Min Woo bersikeras kalau Yeon Hee bisa saja orang gila.
Min Woo mencoba berbicara dengan gadis itu tapi emosinya meledak karena Ye Eun tetap saja dia dan malahan dia berteriak pada gadis itu. Min Woo pusing dan sama sekali tidak mau berurusan dengan semua itu. Dia berteriak pada Kae Hwa dan memintanya untuk mengurus gadis itu. Kalau diabaikan juga tak apa. Kalau mau dibesarkan sebagai anaknya juga oke.
Min Woo pergi menemui Tae Gu, temannya, yang mengelola toko kepunyaan Min Woo. Dia bertanya pada Tae Gu apakah mendengar berita tentang Yeon Hee – dimana dia tingggal dan apa ada nomer telponya. Tae Gu mengatakan bahwa baru-baru ini Yeon Hee datang padanya dan menanyakan alamat Min Woo. Tapi wanita tidak meninggalkan alamatnya. Min Woo meminta Tae Gu untuk mencari tahu keberadaan Yeon Hee.
Sementara itu, Kae Hwa ditinggal untuk menjaga Ye Eun di apartemen Min Woo. Dia memikirkan putrinya dan mendesah, “anak-anak banyak menderita karena orang dewasa”. Lalu mengirimi putrinya sms. Bok Nim – teman Kae Hwa yang terobsesi pada Min Woo – mengirimi Kae Hwa sms dengan sebuah berita baru. Min Woo membuat skandal baru dengan teman wanitanya, tapi Kae Hwa berpikir bahwa itu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang terjadi di rumah. Kemudian Kae Hwa dapat ide. Hanya dia yang tahu soal Ye Eun dan dia bisa menggunakan rahasia ini untuk mengendalikan Min Woo.
Paginya, Min Woo menemukan Kae Hwa dan gadis itu di dapurnya. Kae Hwa memintanya untuk berbicara sebentar. Kae Hwa melancarkan aksi terornya. Dia bilang dia mau membantu Min Woo menangani Ye Eun asalkan dia mau tampil dalam acara musik itu. Min Woo adalah bintang top dan apabila berita Ye Eun muncul ke permukaan, maka karir Min Woo bisa hancur. Kae Hwa mengancam akan berbicara pada pers. Min Woo tidak takut, jadi Kae Hwa mengancam dengan mengatakan kalau dia sudah mengambil foto surat itu dan Ye Eun. Min Woo merebut handphone Kae Hwa, tapi dia buru-buru bilang kalau datanya juga sudah disimpan di tempat lain.
Min Woo kemudian malah menantang Kae Hwa untuk menyebarkan informasi itu. Dia punya pengacara dan manajer dan dia tidak takut pada ancaman itu. Dia mengusir Kae Hwa dari apartemennya. Kae Hwa khawtir, “seharusnya tidak berakhir seperti in!”
Min Woo ditinggal sendiri bersama Ye Eun. Dia masih harus berjuan memikirkan cara apa yang harus dilakukan pada gadis itu, gadis bisu yang tidak diinginkan. Pertama-tama, Min Woo pergi ke mobilnya. Sayangnya, dia menemukan wartawan gossip sedang berkemah di dekat mobilnya. Terpaksalah Min Woo jalan kaki sambil menutupi wajahnya dan membawa Ye Eun ke kantor polisi. Dia ingin meninggalkannya disana. Tapi petugas polisi malah menyuruhnya untuk melengkapi laporan – bagaimana gadis itu diterlantarkan, dimana serta kontak person!
Min Woo tidak mau melakukannya, dan salah satu petugas polisi mulai mengenalinya. Dia menyangkal hal itu dan dengan cepat meninggalkan kantor polisi. Di jalanan, Min Woo dikenali oleh fans wanitanya. Mereka mendekati Min Woo yang berusaha keras untuk bersikap santai. Min Woo berlari sambil memboyong Ye Eun sampai dia terbebas dari fansnya.
Min Woo meletakkan kembali Ye Eun yang kemudian asik bermain. Untuk beberapa saat, Min Woo berpikir sudah kehilangannya, dan ketika dia melihat Ye Eun, sebuah ide muncul. Ini kesempatan emas untuk meninggalkannya… Min Woo mulai berbalik untuk kabur, tepat ketika fansnya muncul…

Tinggalkan Sebuah Komentar Yaaa...

Sinopsis Oh! My Lady Episode 1


Cerita dibuka oleh proyek terbaru Min Woo, dimana dia berlari menuju kekasihnya (yang ditayangkan dalam gerak lambat yang mengagumkan), musik mengalun dengan dramatis, rambut ditiup angin, keringat mengalir di wajahnya yang sedih. Semuanya tampak indah dan menyentuh… sampai Min Woo membuka mulutnya untuk membawakan dialognya.
Aktingnya sangat datar, yang membuat sutradaranya meringis dan para staff mendesah – bahkan bintang pendukungnya tidak puas – namun Min Woo tetap tidak menyadari bahwa dia membawa masalah buat proyek itu dan tetap bersikap bangga. Yang paling parah, dia belum membaca naskahnya sama sekali. Dia mengatakan pada manajernya jika acara jumpa fans kemarin membuatnya sangat lelah, tapi dia yakin kalau dia bisa menyelesaikan syuting tanpa rintangan.
Ajaibnya, dia benar soal itu, karena saat syuting film-nya selesai, Min Woo menunjukkan kenapa dia begitu terkenal ketika dia mengagetkan kerumunan – dan co-star-nya- dengan sebuah ciuman. Ketika para penggemar yang kebanyakan anak sekolahan berteriak di belakang (dan memberikan hadiah kepada para kru), sang sutradara diingatkan bahwa bekerja dengan Min Woo ada keuntungannya, seperti ketenaran dan investasi luar negeri. Jadi apa pedulinya kalau dia tidak bisa akting? Semua punya pasang surutnya, kan?
Min Woo bahkan muncul di pagelaran busana-nya Andre Kim, dan tahu apa artinya, Andre Kim adalah kependekan dari dua hal: pakaian jelek dan bintang-bintang hot! Kita jadi tahu Min Woo adalah bintang yang sejajar dengan Daniel Henney dan Song Seung Heon, hanya Min Woo punya akting yang jelek. Secara menakjubkan pula, Min Woo menunjukkan kesan bahwa dia adalah orang yang penuh pemikiran – cerdas tapi itu berkat persiapan matang manajernya. Contohnya saja, dia mengatakan pada reporter kalau belakangan ini dia sedang membaca buku-nya Paulo Coehlo, dan berani bertaruh dia tidak tahu siapa yang sedang dia bicarakan. Manajernya ingin agar dia tampil dalam drama saeguk nantinya, tapi Min Woo menolaknya. Dia lebih memilih menyelinap bareng seorang teman wanitanya ketimbang memikirkan reputasinya. Padahal, 6 bulan yang lalu dia terlibat skandal ketika dia memukul seorang reporter dan mengambil kameranya.
Di sisi lain, Kae Hwa, atas bantuan dari temannya, mendekati bos-nya untuk meminta gajinya yang selama 7 bulan belum dibayar (jumlah semuanya 10.00 Won!). Namun, wanita itu menipunya dan Kae Hwa hanya bisa mendesah karena harus menemukan pekerjaan baru lagi. Dia mengambil pekerjaan sebagai pembantu melalui sebuah agen penyalur pembantu tapi, yang diperlukan Kae Hwa adalah sebuah pekerjaan kantor yang tetap. Dia dulunya adalah seorang reporter dari sebuah majalah yang sudah gulung tikar, tapi tidak punya pengalaman kerja yang cukup yang menjadi kendalanya. Kae Hwa akhirnya setuju untuk menerima pekerjaan sebagai pembantu dengan bayaran yang cukup bagus. Dia diminta untuk bekerja di sebuah apartmen.
Kae Hwa tidak langsung tahu bahwa tempatnya bekerja adalah apartemennya Min Woo, dan reaksi pertamanya terhadap foto Min Woo yang dipajang didinding adalah sedikti mengeluh. Tapi dia mengakui bahwa orang dalam foto itu cukup tampan. Min Woo tiba di apartemennya dan mendengar reaksi Kae Hwa itu dan puas sekali mendengarnya. Ketika Kae Hwa menyadari kedatangan seseorang dan memandang Min Woo, insting pertamanya menyangka kalau dia adalah pengacau. Dia memukul kepala Min Woo dengan penyedot debu! Meski Min Woo bukanlah tipe pria yang kejam. Dia memaafkan perbuatan Kae Hwa dan menyuruhnya pergi. Kae Hwa menawarinya segelas jus segar yang diakui Min Woo sangat enak.
Min Woo sadar kalau Kae Hwa yang menungguinya sangat mengganggu karena dia akan menonton film dan wanita itu tetap melempar pandangan padanya, seolah-olah sedang berpikir untuk meminta sesuatu padanya. Sungguh, kalau kau adalah Sung Min Woo yang hot, kau pasti secara otomatis beranggapan kalau wanita itu tertarik PADAMU. Min Woo mendesah, meraih sebuah pulpen dan selembar kertas lalu menandatanganinya. Sebenarnya, Kae Hwa tidak ingin minta tanda tangan, tapi dia bilang saja bahwa dia ingin minta tanda tangan. Kae Hwa juga menambahkan, “Aku bersungguh-sungguh, tolong berikan tanda tanganmu!” Meski tentu saja, hal itu untuk merendahkan sang artis.
Berikutnya, Kae Hwa benar-benar menunjukkan kalau dia sama sekali tidak terkesan pada Min Woo, yang tidak terbiasa pada orang-orang yang tidak terkesan padanya:
Kae Hwa: Apa kau kebetulan ramah pada Kim Myung Min?
Min Woo: Hah?
Kae Hwa: Kim Myung Min itu aktor besar. Tapi kelihatannya dia mungkin mengalami kesulitan di kehidupan nyata. Kau tahu bagaimana orang-orang yang serius pada pekerjaannya sendiri bisa membuat segalanya sulit bagi orang-orang di sekelilingnya. Kelihatannya dia tidak akan menjadi suami yang baik di rumah. Dia seperti apa?
Min Woo: Bagaimana aku tahu hal seperti itu?
Kae Hwa: Bahkan diantara para aktor, kalian selalu berkelompok, kan? Aktor serius dengan aktor serius, anak-anak yang senang berpesta dengan sesamanya. Kau kelihatannya mau berteman dengan aktor jenis mmomjang?!
Min Woo: Aku berteman dengan Kang Ho Hyung. Kau tahu Kang Ho Hyung, sang aktor serius?
Kae Hwa: Tapi kelihatannya seperti Song Kang Ho begitu baik hingga mau berteman dengan siapa saja.
Min Woo memberikan kaus pada Kae Hwa untuk disetrika dan memintanya untuk berhati-hati karena dia akan memakainya malam ini. Kae Hwa segera bekerja, namun kemudian diganggu oleh telpon putus asa dari putrinya (dan membakar kaus Min Woo). Min Ji melaporkan bahwa barang-barang mereka sekarang tergeletak dijalanan – mereka telah diusir dari rumah mereka. Kae Hwa bergegas, memberitahu Min Woo bahwa dia ada urusan darurat dan untuk itu dia tidak perlu membayarnya untuk hari ini. Dia segera berlari pulang dan memohon pada pemilik rumahnya, tapi dia sudah berbulan-bulan tidak membayar sewa dan pemilik rumahnya sudah habis kesabaran.
Karena tidak punya tempat tinggal, Kae Hwa membawa Min Ji ke sauna dimana mereka bisa mandi dan menginap. Kae Hwa harus membuat beberapa keputusan yang sulit, dan mengatakan pada Min Ji dengan lembut bahwa dia sedang menabung untuk membelikannya piano, tapi Min Ji sekarang masih terlalu kecil. Bagaimana kalau Min Ji tinggal dengan ayahnya sampai ibunya punya cukup uang? Ini adalah keputusan yang berat, tapi satu-satunya yang Kae Hwa rasa baik untuk putrinya dalam jangka waktu panjang. Mantan suami Kae Hwa melawan pada awalnya – dia pengantin baru – tapi akhirnya dia mau melakukannya. Kae Hwa membelikan putrinya sebuah handphone, jadi mereka masih bisa berhubungan, dan menjamin Min Ji bahwa dia tidak mengabaikannya. Itu hanya untuk waktu singkat. Kae Hwa kemudia pindah ke gosiwon, semacam tempat kost.
Sementara itu, Min Woo bersenang-senang dalam sebuah acara jumpa fans. Pria itu jelas tahu bagaimana mempermainkan kerumunan penggemarnya, dan para gadis itu meneriakkan cinta mereka padanya. Ketika kerumunan berteriak-teriak meminta Min Woo untuk menunjukkan ototnya, dia berhenti sejenak – sebab kausnya terbakar karena ulah Kae Hwa. Dengan beberapa gerak cepat, Min Woo berhasil menunjukkan otot-otot perutnya tanpa memperlihatkan kausnya yang terbakar. Setelahnya, Min Woo berpaling ke seorang reporter yang gigih, yang telah menghembuskan kabar hubungan romantis Min Woo dengan bintang lainnya. Manajer Min Woo selalu memperingatkannya untuk bersikap tenang menghadapi hal seperti ini agar tidak tumbuh menjadi skandal.
Beralih ke The Show Company. Perusahaan kecil yang dijalankan oleh Yoo Shi Joo, yang sedang mempersiapkan sebuah acara musical bertajuk “All That Love”. Teater menentang ide tersebut, dengan mengatakan bahwa produksi itu tidak akan mampu mendapatkan dana yang diperlukan. Tapi, Shi Joon dengan penuh percaya diri bilang bahwa acara itu akan berjalan.
Kepercayaan dirinya hanya untuk tontonan saja, sebab ketika dia mendiskusikan segala sesuatunya dengan pegawainya, Jae Hee dan Jin Ho, bisa dilihat kalau proyek itu sedang goyah. Jae Hee mengatakan bahwa mereka perlu nama besar untuk mengangkat proyek tersebut – seseorang yang setingkat dengan Sung Min Woo, misalnya. Betul, kalau pria itu tidak bisa berakting, tapi namanya saja akan mendatangkan banyak penyokong dana. Jadi untuk presentasi dengan para penyokong dana, mereka menambahkan nama Sung Min Woo ke daftar mereka, berharap bahwa hal itu akan membantu mereka terlihat keren dalam acara musikal itu. Sayangnya, para penyokong dana melihat gertakan mereka dan menebak kalau mereka hanya memanfaatkan nama Sung Min Woo saja. Jika mereka benar-benar mendapatkan Min Woo, dia pasti mau membantu pendanaan acara musik itu, nantinya. Shi Joon yang ikut bermain dalam gertakan itu, menerima tantangannya. Sementara itu, Jae Hee dan Jin Ho takut kalau dia tidak bisa melakukannya, perusahaan mereka akan bangkrut.
Kae Hwa telah mengirimkan lamaran untuk sebuah wawancara pekerjaan, dengan sedikit kesuksesan. Jadi ketika dia menerima telepon dari perusahaan penyalur pembantu, dia menerima kesempatan tersebut. Dan saat dia tiba lebih awal untuk mempraktekkan jawaban wawancaranya di loteng, dia tidak memperhatikan kalau Shi Joon menguping. Mungkin sedikit memalukan baginya untuk menyaksikan sesi latihan Kae Hwa, tapi di atas sana, rasa ingin tahu Shi Joon berubah menjadi kejengkelan, dan sepertinya dia ingin langsung menolak lamaran Kae Hwa.
Jae Hee dan Jin Ho sadar kalau Kae Hwa adalah seorang ajumma, dan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah – lowongan pekerjaan itu dikirim ke agen yang salah. Mereka menolak Kae Hwa, namun dia tetap bertahan dan meminta sebuah kesempatan untuk menjadi pegawai di perusahaan itu.
Jae Hee bertanya dengan tajam: “Lalu, apa kau bisa membawakan Sung Min Woo pada kami?” Sebab, yang mereka perlukan sekarang adalah Min Woo. Tidak mengerti permasalahannya, Kae Hwa mengejek pilihan mereka, mengatakan bahwa Min Woo tidak terlalu bagus – dari pengalaman pribadinya, pria itu tidak bagus dilihat dari dekat, dengan tambahan dia sangat tidak matang. Para pegawai The Show Company saling bertukar pandang – Kae Hwa membicarakan Min Woo seolah-olah dia mengenal pria itu. Apakah benar begitu? Kae Hwa membenarkan hal tersebut dan menjadi bertambah gembira saat Shi Joon mengatakan padanya bahwa jika dia bisa membawakan Min Woo untuk mereka, dia akan menjadikannya pegawai tetap.

Ini dia postingan pertama dila mengenai sinopsis drama korea. kalo berantakan ya.... sorii sorii aja :P hihi..
dila posting ini karena, dila pikir filmnya ok and ramai.
siap-siap menerima kritikan dan saran dehh :)

Kamis, 01 September 2011

K-Drama Property


Beberapa properti di drama korea:


1. BBF(Boys Before Flower)



2. Dream High



3. Princess Prosecutor



Hmm... malas cari yg lain -__-"

Profile Dragon Boyz


Yang satu ini merupakan Boybad indonesia, makin ramai saja boyband di blantika musik indonesia yang berdatangan seperti “Dragon Boyz” dengan hits singleBerjudul "Love You No More". Boy Band yang terbentuk pada Awal bulan Februari 2011 yang berasal dari Kota Bandung ini digawangi oleh 5 orang personil yang relative sangat muda yaitu: “Lukas, Harrimand, Alam, Riza dan Bagus”. Awal mula terbentuknya Boy Band ini berawal dari Maraknya BoyBand di Indonesia sekarang-sekarang ini membuat sang Produser yaitu “Sunu (Voc. Matta Band)” sekaligus pencipta lagu “love You No More” membentuk dan membuat lagu untuk format Boy Band. Sang Produser “Sunu (Voc. Matta Band) kemudian menunjuk “Top Mandiri (TM) Management” sebagai Management “Dragon Boyz” yang berlabelkan Nagaswara.

ANGGOTA PERSONIL FOTO PROFIL DRAGON BOYZ 

1. Risa Firmansyah, born in Bandung June 5, 1989
2. Harrimand Suhud Herdiansyah, born in Bandung September 2, 1991
3. Agus Hervin, born in Bandung April 06, 1986
4. Lucas Pujianto Longkutoy, born in Kuningan May 8, 1990
5. Purnama Alam Gerald, born in Bandung Febuary 2, 1989

Profil SM*SH

SM*SH (Seven Men as Seven Heroes) adalah Boyband yang cukup fenomenal di indonesia. "I Heart You" adalah lagu utama mreka yang di jadikan tittle album mereka. SM*SH yang beranggotakan 7 cowok keren yaitu: Morgan, Rafael,Bisma, Ilham, Reza, Rangga ini sedang digandrungi oleh banyak kaum hawa.  SM*SH memiliki fans yang menyebut dirinya dengan SMASHBLAST. Dibalik kesukseannya, SM*SH mendapat banyak Bully-an dari sebagian orang, namun itu tidak membuat SM*SH down, Bahkan SM*SH membalas semua bully-an tersebut dengan sebuah karya dengan menciptakan lagu yang berjudul "Senyum Semangat".


SMASH BOY BAND INDONESIA.



Morgan Oey

 Rangga Dewamoela S

Rafael

Dicky M Prasetya

Reza Anugrah
Muhammad Ilham Fauzi
Bisma Karisma

The New Boy Band In 2011 "Boyfriend"



Korean KPop
Boyfriend kpop
Boyfriend
New Boy Band
New Boy Band

The New Boy Band In 2011 "Boyfriend". Boyfriend (보이 프렌드) is Korean Pop Group (KPOP). Boyfriend is a new boyband in 2011. Boyfriend of six children a sweet man, they are under the Starship Entertainment (same company as K. Will, and Sistar), debuting on May 26, 2011, with the single album "Boyfriend".

Member Name "Boyfriend" Korean Pop Group :

- Hyun Seong
- Min Woo
- Kwang Min
- Young Min
- Dong Hyun
- Jeong Min

Kim Tae Hee and Song Seung Hun Kissing In The Movie My Princess 2011

My Princess 2011
My Princess 2011
My Princess 2011

My Princess 2011

Jumat, 19 Agustus 2011

[ Video ] Actone Boy Action !


 Lihat aksinya Actone Boy! Muhammad SAW Nabiku.