Terimakasih atas kunjungannya ke blog adilablogs , Jangan lupa meninggalkan jejak berupa KOMENTAR.

Sabtu, 10 September 2011

Sinopsis The Return Of Iljimae Episode 4


Gadis yang mendorong Iljimae ke air tertawa dan memperkenalkan dirinya sebagai Dal Yi. Dia sangat periang dan memperhatikan Iljimae dengan penuh penasaran. Iljimae tidak yakin harus bersikap bagaimana. Awalnya, dia berpikir Dal Yi dinamai dengan nama ‘bulan’ (Dal). Tapi Dal Yi lantas bilang bahwa namanya diambil dari nama salah satu ginseng liar. Ayahnya adalah pengumpul ginseng di daerah ini.
Dal Yi tidak bisa begitu saja melewatkan wajah tampan Iljimae dan dia memeriksa setiap jengkal wajah Iljimae seperti mainan saja. Iljimae jelas merasa malu dan gugup. Dia sama sekali tidak bisa bergerak kemana-mana. Dal Yi lalu membawa Iljimae ke gua-nya (yang juga ditinggali Iljimae). Dia menjelaskan kalau di gua ini dia sering istirahat tidur siang. Dia kemudian memperhatikan pakaian Iljimae yang bergaya cina. Iljimae menjelaskan bahwa dia berasal dari Cina. Dal Yi bertanya tentang orang tua Iljimae, yang membuatnya menjadi kesal. Dia ingat lagi pada penolakan ayah kandungnya. Tapi, Iljimae kemudian berkata bahwa dia orang Korea.
Dal Yi tertawa dan berkata kalau itu tidak masalah. Dia lalu mendorong Iljimae ke tanah dan menciumnya. Beberapa saat kemudian, mereka berdua duduk memandang air terjun. Ayah Dal Yi datang dengan ekspresi tidak suka. Dal Yi menjelaskan bahwa ayahnya adalah pria yang pendiam dan galak. Dia tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya. Jadi Dal Yi meminta ayahnya untuk membiarkan Iljimae tinggal bersama mereka dan reaksi ayah yang kosong mengindikasikan kalau Iljimae boleh tinggal.
Setelah mendengar cerita tentang Iljimae, ayah mengeluarkan pakaian agar dipakai oleh Iljimae. Masalahnya, pakaian itu adalah punya Dal Yi. Dia menyerahkan pakaian itu pada Iljimae yang langsung diapakai tanpa rasa malu. Iljimae ingin mengucapkan terima kasih tapi tidak tahu harus melakukan apa. Jadi dia melakukan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan: mencuri ayam!
Kelihatannya, dia tidak tahu kalau mencuri itu hal buruk. Tapi, setelah aksi terakhirnya, para petani mulai menyiagakan diri di dekat kandang mereka dan sangat siap dengan apapun yang akan datang. Ketika Iljimae muncul dengan seekor ayam, mereka mencoba menahannya. Sayangnya, mereka tidak dapat menandingi ilmu bela diri Iljimae dan semua ambruk kena pukul Iljimae. Sekarang dia sadar bahwa mencuri itu tidak baik dan memutuskan untuk berhenti melakukannya. Tapi kemudian dia berhadapan dengan petugas keamanan yang memandangnya dengan curiga. Mereka mencoba menangkap Iljimae tapi lagi-lagi mereka kalah karena ilmu bela diri Iljimae yang hebat.
Sementara itu, Petugas Gu sibuk mengejar buronan kedua mereka: Wang Hweng Bo. Di sebuah tempat yang terbakar, seseorang yang sedang sekarat telah melihat Hweng Bo baru-baru ini dan kebakaran ini adalah ulahnya untuk menutupi jejak. Lucunya, Hweng Bo sama sekali tidak berusaha memakai jalan yang sepi saja. Setiap bebrapa saat dia harus menutupi ciri khas-nya agar tidak dikenali.
Karena waktu mereka sangat sedikit, Gu sekarang mulai cepat-cepat memburu Wang. Wang sendiri mencuri pakaian dan kuda seorang petugas lalu menyamar dengan semua pakaian itu. Ketika seorang petugas lewat, seorang pemetik ginseng memandang dari ladangnya – Baek Mae. Setelah kehilangan putranya dia memutuskan untuk menuangkan seluruh cintanya pada ladangnya.
Sejak tinggal dengan ayah Dal Yi, Iljimae belajar cara pengobatan dengan ginseng. Karena Iljimae tidak pernah tersenyum, Dal Yi menceritakan sebuah cerita, yang sangat lucu (menurutnya) bahkan ayahnya yang pendiam pasti akan tertawa mendengarnya. Ceritanya begini: dua orang ksatria menyombong bahwa mereka adalah ksatria terbaik. Ilmu pedang mereka sangat tinggi. Ksatria yang pertama mencabut pedangnya dan memotong seekor lalat. Sementara yang kedua juga mengeluarkan pedangnya mencoba melakukan hal yang sama. Akan tetapi, mangsanya kabur. Dia tetap menganggap dirinya sebagai ksatria terbaik dan berkata, “Lalat itu tidak akan bisa memiliki keturunan!”
Dal Yi: Ayo hidup disini untuk waktu yang sangat sangat lama, kita bertiga. Dan punya anak juga!
Iljimae: Anak?
Dal Yi: Ya.
Iljimae: Aku tidak akan punya anak.
Dal Yi: Bodoh, setiap orang diharuskan punya anak!
Iljimae: Siapa yang bilang?
Dal Yi: Apa kau harus diberitahu? Kau bisa mencari tahunya sendiri. Di musim semi, binatang melahirkan keturunan mereka. Dan pada musim gugur, pohon-pohon berbuah dan menyebarkab benih. Seperti itulah dunia berjalan!
Beginilah cara Dal Yi menunjukkan rasa cintanya. Akan tetapi, waktu Dal Yi sedang tidur siang, Iljimae merenung. Iljimae: “Tapi ada anak-anak yang dibuang tepat setelah mereka dilahirkan. Jika segala seseuatu memiliki alasan kenapa mereka dilahirkan, lalu apa alasan aku dilahirkan?” Tapi kemudian mata Iljimae menangkap sesuatu di dalam air. Kilatan cahaya yang diciptakan benda itu mengindikasikan kalau itu adalah sebuah pedang. Iljimae menunjukkannya pada ayah Dal Yi.
Keesokan harinya ayah Dal Yi menjelaskan kalau pedang itu adalah miliknya. Tapi dia membuangnya saat pertama kali tiba di tempat ini. Dia melempar pedang itu pada Iljimae dan berkata akan mengajari Iljimae ‘teknik pedang jang baek.’ Jadi dimulailah latihan Iljimae. Tekink pedang ini menurut ayah Dal Yi adalah teknik ilmu pedang yang sama sekali tidak berlebihan.
Wang kelihatannya baik-baik saja dalam pelariannya ketika dia sampai di sebuah sungai yang memisahkan antara Korea dan Cina. Dia khawatir bagaimana cara menyeberangi sungai itu, tapi untungnya ada awak kapal yang mau memberikan tumpangan padanya dan kudanya. Karena keramahan yang diterimanya, Wang mengendorkan kewaspadaannya. Dia tidak memperhatikan wajah rakus pria yang menolongnya. Dia kemudian dijamu makan malam dan setelah itu minuman yang membuatnya tidak sadar. Saat dia bangun, uang dan pakaiannya sudah dirampas.
Tidak dipungkiri lagi, Wang akan dilempar keluar kapal. Dia berpikir cepat dan mengaku sebagai mata-mata Cina yang sedang dikejar oleh petugas Korea. Kepala dan tubuhnya sangat berharga. Mahal sekali. Untuk itu, akan sayang sekali apabila dia dilempar keluar kapal. Hal itu terdengar masuk akal dan dia pun urung dilempar. Saat dia digeledah lagi untuk mencari lebih banyak uang, pemilik kapal itu tidak menemukan apa-apa. Wang lalu mengarahkan untuk membuka ikatan kakinya. Dan ketika hal itu dilakukan, pria ini ditendang!
Karena berada di air berhari-hari, Petugas Gu berhasil menagkap keberadaan Wang. Melihat kedatangan petugas, Wang lari dengan cepat. Gu sudah dekat dengannya ketika Wang melompat ke kapal seorang nelayan dan menceburkan dirinya ke dalam air lalu menghilang. Gu sangat kesal sebab mereka gagal di saat-saat terakhir. Sang nelayan melihat kegelisahan Gu dan bertanya apa penting sekali menangkap pria itu. Nelayan ini lalu menarik jalanya, menebarnya ke dalam air dan menyeret Wang Hweng Bo!
Dua buronan sudah ditangkap dan Soo Ryun berkata dengan puas bahwa hanya perlu menangkap Iljimae. Gu setuju tapi dia juga punya maksud lain: “Ya, kita harus menemukan Iljimae dan ibunya. Aku harus membuat Baek Mae bertemu dengan putranya!” Gu benar2 ingin mempersatukan ibu-anak ini sebagai imbalan karena dulu dia tidak mampu menolong Baek Mae.
Sementara itu, Iljimae berkembang pesat dalam latihan pedang dengan ayah Dal Yi. Gadis ini berkomentar kalau dia belum pernah melihat ayahnya sebahagia sekarang. Di sisi lain, Iljimae sudah merasa terbiasa dengan Dal Yi sekarang. Dia berkata kalau dia akan memanggilnya, “Dal Nim” yang merupakan cara paling manis untuk menyebut ‘bulan’. Dal Yi mengingatkan Iljimae jika dia tidak dinamai dengan nama yang itu. Tapi Iljimae tidak peduli: “Bagiku, kau adalah Dal Nim!”
Beberapa bulan lewat, dan Gu masih belum dapat menemukan Iljimae. Dia melihat data departemen keamanan untuk menacari petunjuk. Dia membaca tentang kasus pencurian ayam. Meski hanya dugaan saja, Gu merasa positif pada masalah ini. Maka dia mulai menyelidiki. Tapi ternyata dia salah tapi tetap saja dia harus menangkap pencurinya. Di kota dekat kasus pencurian ayam itu, para petugas mendatangi gua Dal Yi dan menemukan bulu serta tulang ayam.
Mereka memandang ke sekeliling dan melihat sebuah rumah. Para petugas pergi kesana. Kedatangan petugas ini membuat Dal Yi berteriak. Setelah menengkan diri, dia menjelaskan kalau dia tinggal disini bersama ayah dan Iljimae. Nama itu menarik perhatian Gu. Dia bertanya kemana Iljimae pergi. Dal Yi menjelaskan kalau dia dan ayahnya sedang pergi memetik ginseng ke gunung. Karena ginseng liar itu hanya tumbuh di tengah hutan, akan perlu waktu lama sampai mereka kembali.
Ketika sedang memberikan penjelasan pada Gu, Iljimae dan ayah Dal Yi sedang berada di tengah hutan. Mereka melewati batu-batu curam sampai akhirnya tiba di tempat tujuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar