Terimakasih atas kunjungannya ke blog adilablogs , Jangan lupa meninggalkan jejak berupa KOMENTAR.

Sabtu, 10 September 2011

Sinopsis The Return Of Iljimae Episode 5


Jauh di pegunungan, Iljimae dan ayah Dal Yi memanen Ginseng liar yang sangat berharga. Kemudian mereka kembali. Iljimae sangat ingin bertemu Dal Yi. Dia tidak memperhatikan tanda bahaya yang dirasakan oleh petarung berpengalaman seperti ayah Dal Yi. Tapi, Dal Yi muncul di pintu dan Iljimae berlari untuk menyapanya. Melihat ini, Gu Ja Myung mendekat dan mengepung Iljimae yang telah jatuh ke perangkap mereka.
Para petugas mengecoh Iljimae dengan mendandani Seo Ryun seperti Dal Yi dan akhirnya berhasil menangkap Iljimae. Petugas yang lebih muda sangat puas atas kerja mereka. Akan tetapi, Gu Ja Myung meralat sebab jika mereka benar2 bertarung, mereka pasti kalah. Bahkan, Seo Ryun tidak akan mampu mengalahkan ayah Dal Yi – Master Bela Diri yang dulu menjadi pelatih bagi para petugas yang masih baru.
Rupanya, memburu Iljimae telah membawa Petugas Gu pada buruan yang lebih besar, yaitu ayah Dal Yi – pria yang bernama asli Kang Seo Wook menghilang bertahun-tahun yang lalu setelah dituduh sebagai pengkhianat. Dia terlibat dalam sebuah persekongkolan yang melibatkan menteri pertahanan. Gu menginterogasi Kang. Ayah angkat Dal Yi ini mengahadapi takdirnya dengan tenang.
Menteri Pertahanan adalah bangsawan Lee Joon Shik, ayah kandung Dal Yi. Ketika Lee dituduh melakukan konspirasi dan dibunuh, Kang yang memang mengabdi padanya membawa kabur Dal Yi untuk menyelamatkan hidupnya. Gu merasa sedih sebab tidak ada yang percaya pada Kang tapi Kang sama sekali tidak mengaharpkan itu. Dia tahu Gu tidak bisa melakukan apa2 untuknya ataupun untuk Dal Yi. Tapi Kang punya permintaan: “Iljimae tidak tahu siapa kami, jadi biarkan dia pergi.” Gu berjanji akan melakukan sebisanya. Kang: “Itu adalah permintaan terakhirku!”
Karena tidak tahu akan hal ini, Iljimae senang, berpikir bahwa mereka di penjara hanya karena kasus pencurian ayam. Dia berjanji akan membayar pemilik ayam2 itu dan akan meminta maaf. Kang Seo Wook memecah keheningan dan bertanya apakah Iljimae masih ingat tempat mereka mencari ginseng di gunung. Kang berkata: “Tempat itu akan menolongmu suatu hari nanti!”
Iljimae tidak mengerti hingga Kang bertambah serius dan meminta Iljimae untuk mendengarkannya: “Hanya untuk waktu singkat. Aku memikirkanmu dengan teknik pedang Jang Baek. Aku pikir teknik itu akan mati bersamaku dan aku merasa begitu malu pada para leluhurku. Tapi setelah bertemu denganmu, aku mampu mewariskannya padamu. Ini adalah anugrah untuk para leluhurku. Sekarang aku akan mengajarimu untuk yang terakhir kalinya. Ulangi apa yang aku ucapkan: temukanlah kebenaran sebuah pedang dengan sebuah pedang. Temukanlah kebenaran perang melalui sebuah perang. Temukanlah kebenaran seseorang melalui seseorang. Kalimat2 ini diwariskan oleh leluhurku. Maknanya, harus kau sadari sendiri.”
Iljimae dibebaskan tapi Dal Yi dan ayahnya masih di dalam penjara. Dia bingung sebab hanya dia yang dibebaskan. Dia mengejar penjaga penjara tapi dia tidak mendapatkan informasi apa2. Iljimae merasa bahwa dialah yang bersalah. Karena tidak mendapat jawaban juga, dia melakukan hal nekat.
Bae Sun Dal membeli pedang dari Cha Dol. Melihat pria dewasa ini yang tertarik pada seni bela diri, Cha Dol mengatakan kalau pedang itu dijual untuk membeli obat ayahnya yang sakit. Cha Dol ini anak pintar. Tidak lama setelahnya, Petugas mendatangi Bae dan mengatakan kalau dia sudah ditipu. Anak itu telah menjual pedang palsu pada semua orang dan mengatakan kalau itu adalah benda berharga.
Beberapa hari setelah kebebasannya, Iljimae melihat pergerakan dari penjara – Dal Yi dan ayahnya dipindahkan dengan kurungan kayu. Kelihatannya Dal Yi tidak mengerti pada apa yang akan terjadi. Dia menangis waktu Iljimae malihatnya dan memangil namanya. Iljimae mencoba menerobos penjaga tapi mereka mengahalangi Iljimae hingga dia harus tetap berada dalam jarak jauh.
Iljimae mengikuti rombongan itu sampai ke sebuah lokasi di hutan dimana seorang pengeksekusi telah mempersiapkan pedangnya. Iljimae sama sekali tidak mempercayainya dan malah marah2 pada Bae Sun Dal yang saat itu berkata kalau sayang sekali harus membunuh seorang gadis muda. Mendengar kata ‘membunuh’, Iljimae menarik Bae dan bertanya apa yang sedang terjadi. Bae menjelaskannya. Setelah tahu kalau Dal Yi dan ayahnya akan mati, Iljimae mengumpulkan kekuatannya untuk menggapai Dal Yi. Dia memanggil namanya tapi para penjaga menghalanginya.
Yang pertama dipenggal adalah Kang. Dal Yi menangis ketika melihat tubuh di sampingnya tergeletak di tanah. Dia ketakutan waktu pengeksekusi mendekatkan pedang ke lehernya. Iljimae bertambah gila. Dia berteriak, “Ini aku Iljimae! Dal! Dal Nim!” Waktu mendengar nama Dal Nim, seorang biksu yang ada di kerumunan itu menajamkan telinganya. Biksu ini adalah yang dulu menyelamatkan Iljimae. Dal Yi menelusuri kerumunan dan disanalah dia melihat wajah sedih Iljimae. Meski wajahnya penuh ketakutan, tapi dia memaksakan sedikit senyum. Kemudian Dal Yi pun dieksekusi! Iljimae melihat tubuh Dal Yi jatuh ke tanah.
Setelahnya, Iljimae benar2 merasa marah. Sangat marah. Dia telah kehilangan kekasih dan figure seorang ayah. Saking marahnya, dia ingin sekali berkelahi. Iljimae manabrak seorang pria di pasar dan pria itu mengatakan kalau sebaiknya Iljimae memperhatikan langkahnya.
Iljimae mangancam pria itu. Dia menendang kios dan mengobrak-abrik barang dagangannya. Ketika ada yang mencoba melawannya, Iljimae memukul orang2 itu hingga banyak orang2 yang terluka berceceran di tanah. Sementara itu, Bae Sun Dal memperhatikan Iljimae dengan takjub tapi dia terus bersembunyi agar tidak terlihat. Seorang pria menyusup dalam perkelahian ini. Dia baru saja mengalami kerugian dan ingin membunuh pria pemilik kios dan menyalahkan Iljimae.
Ketika Gu Ja Myung mendengar kalau Iljimae mengamuk, dia mengerti jika Iljimae pasti mengalami syok berat setelah melihat apa yang terjadi pada Dal Yi dan ayahnya. Ja Myung memerintahkan anak buahnya untuk membawa Iljimae pulang ke rumahnya. Dia juga mempersiapkan rumahnya sedemikian rupa untuk menyambut putra Baek Mae.
Pedagang itu dibunuh di sebuah gang. Iljimae melihat mayatnya ketika dia kabur tapi dia sedang dikejar oleh kerumunan yang marah. Dia membuat keputusan yang cepat dan lari dari tempat itu. Tak lama, Iljimae dituduh sebagai pembunuhnya. Gu Ja Myung tidak percaya mendengar berita ini. Dia tidak menyangka kalau Iljimae akan membunuh orang. Di TKP, dimana kerumunan mengelilingi mayat pedagang itu, Petugas Gu memeriksan mayatnya dan menemukan kalau pria itu dibacok.
Gu bertanya apakah Iljimae membawa pisau. Bae Sun Dal maju dan mengatakan kalau dia memperhatikan Iljimae dan tidak melihat pisau. Gu senang mendengar ini dan berharap bahwa bukan Iljimae pembunuhnya. Dia lalu memerintahkan untuk menangkap Iljimae. Memang tidak gampang bersembunyi jika semua orang mencarinya. Iljimae terpojok. Dia melompat ke atas sebuah tembok lalu ke sebuah atap. Dari sana dia memandang para pengejarnya. Petugas Jung Tae berteriak, “Turunlah dan minta maaf atas kesalahanmu. Maka kau akan dimaafkan!”
Iljimae tidak percaya, “Aku tahu ketika aku menyerahkan diri, aku mati! Kalian akan memenggal leherku seperti Dal Yi, benar kan?” Iljimae terus kabur. Dia melompat ke sebuah tembok dan memasuki rumah seseorang. Disana, dia bertemu dengan Dal Yi… Iljimae memanggilnya dan mendekat. Gadis itu mengatakan kalau dia bukan Dal Yi. Tapi dia adalah Wol Hee! Iljimae menyadarinya. Tidak mungkin itu Dal Yi. Waktu mendengar para petugas mendekat, Iljimae mulai akan kabur lagi tapi Wol Hee mengehentikannya – jalan yang dipilihnya buntu!
Jung Tae mengetuk gerbang dan bertanya pada ayah Wol Hee apakah ada pria muda yang datang kesini. Dia kemudian memaksa masuk dan mendobrak pintu. Di dalam dia melihat Wol Hee yang sedang berbaring tanpa ditutupi Jeogori. Jung Tae memalingkan matanya. Ayah Wol Hee memarahinya atas ketidaksopanannya. Jung Tae dan yang lagi gagal menangkap Iljimae.
Wol Hee sedikit terganggu menyadari bahwa Iljimae dikejar oleh petugas tapi anehnya dia malah membantunya. Wol Hee menawarkan makanan dan tempat beristirahat untuk Iljimae. Dia menerima makanannya tapi menolak untuk beristirahat. Iljimae berterimakasih dan juga heran kenapa Wol Hee mau membantunya. Dia juga bingung atas kemiripan Wol Hee dengan Dal Yi.
Wol Hee merasakan ada masalah tapi tidak tahu apa. Ketika dia memperhatikan Iljimae makan, dia berpikir kalau di satu sisi kelihatannya Iljimae jatuh cinta padanya tapi di sisi lain, kelihatannya dia ingin menjauh darinya. Dengan enggan Wol Hee menawari Iljimae untuk menginap tapi ditolak. Iljimae berkata kalau dia akan membawa bencana yang lebih besar untuk Wol Hee. Iljimae bilang, “Aku tidak akan pernah melupakan bantuanmu!” lalu dia pergi.
Di markas, Jung Tae mengeluh tentang lukanya dan Iljimae. Gu Ja Myung berkata, “Iljimae seperti ibunya. Ibunya juga bisa sangat tangguh!” Wang Hweng Bo melihat ada kesempatan. Dia menawarkan akan menangkan Iljimae untuk Gu. Dia berkoar kalau hanya dia yang bisa menangkap Iljimae. Gu tahu Wang Hweng Bo sangat licik. Dia menghadiahkan Wang dengan sebuah manset tambahan di kakinya.
Dalam pelariannya, Iljimae kembali ke gua yang dulu dia bagi bersama Dal Yi. Dia bertambah sedih setelah bertemu dengan Wol Hee. Dia meluapkan kemarahannya, “Sial! Aku akan membunuh mereka semua!” Sebuah suara menyaut, “Siapa yang akan kau bunuh?” Itu adalah biksu yang Iljimae lihat di tempat eksekusi. Biksu itu ternyata juga menginap di gua ini.
Awalnya, biksu ini bercerita tentang hal entah apa dan tiba2 dia mengatakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan dibuang di sungai dengan sebuah kembang plum. Iljimae tertarik, “Apa kau membicarakanku?” Dia ingat perkataan Wang Hweng Bo tentang seorang biksu. Iljimae bertanya apakah dia adalah biksu yang menyelamatkannya. Biksu itu berkata, “Ikut aku. Aku akan membawamu pada ibumu.”
Iljimae mengikutinya. Biksu itu membawa Iljimae ke kuilnya. Dia mengajaknya ke belakang ke sebuah bangsal. Biksu itu menyuruh Iljimae masuk mengatakan kalau dia ingin tahu tentang ibunya dia harus masuk. Pada awalnya, Iljimae khawatir. Tapi dia masuk juga. Sang biksu menendang Iljimae masuk lalu mengunci bangsal itu. Dia berkata pada Iljimae: “Kau anjing tersesat yang menggigit semua orang. Anjing tersesat seharusnya tetap berada di dalam gerbang!”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar